Tuesday, 22 December 2015

5 Detik yang Menegangkan

Semalam ada kejadian yang bikin aku merinding banget.. kejadiannya sangat cepat tapi menegangkan sampai-sampai aku kena shock ringan. Bukannya lebay ya tapi emang aku baru pertama kali mengalami hal ini jadi wajar kalau i was really panic last night.

Jadi ceritanya gini, kemarin malam sekitar pukul 21.50 WITA aku dan puluhan teman yang lain sedang berada di kampus karena ada kelas malam untuk mata kuliah agama. My lecturer was explaining about ijtihad when the building tiba-tiba berguncang begitu saja selama 5 detik. Sontak kami semua kaget dan melongo "waduh ada apa nih" "ada gempa".

Aku mengira getaran itu berasal dari petir yang biasa terjadi di musim hujan. Tapi sepertinya tidak mungkin karena getaran ini sangat kuat sampai ruangan kelas kami yang berada di lantai 3 berguncang.

Detik selanjutnya masih terasa getaran kecil walaupun tidak sekuat guncangan yang tadi. Aku yang duduk pas di samping tembok langsung takut dan panik, kaki udah refleks pengen lari keluar. Ketika aku udah siap ambil ancang-ancang untuk lari eh ternyata teman-teman ku masih anteng duduk di bangkunya masing-masing dengan ekspresi yang entahlah aku ngga tahu seperti apa. Wah barangkali muka aku juga udah ga jelas banget saking takutnya.

Dosen aku juga sampai terkejut, seolah mengerti ekspresi wajah panik kami, beliau segera menghentikan pelajaran lalu mengajak kami untuk berdoa bersama memohon perlindungan Allah SWT. Selama berdoa bersama itu aku masih bisa merasakan getaran di lantai.
Setelah berdoa  bersama kami langsung keluar gedung kampus secara tertib. Ga ada acara lari-larian apalagi sampai teriak menjerit.

Di luar Aku, Alyah dan Helmi langsung ke warung terdekat untuk membeli air minum biar perasaan kami agak tenang setelah kejadian tadi. Waktu mau bayar aku bertanya sama kakak penjualnya "kak ada dirasa tadi gempa?" penjualnya jawab "hmm tidak" aneh.. terus yang barusan kami rasakan itu apa? bisa jadi si kakak penjualnya keasikan main hp sampai ga ngeh apa-apa.. atau bisa jadi gempanya cuma terjadi di dalam kampus kami. lho what the....?

Bukan orang Makassar kalau ga suka melebih-lebihkan suatu kejadian. Tadi malam di BBM ramai orang yang broadcast yang aneh-aneh soal penyebab gempa tersebut, ada yang bilang Bendungan Bili-bili (Gowa) retak lah, ada yang bilang ada retakan di bawah Pantai Losari lah.. sampai yang paling aneh adalah tanda kemunculan dajjal. Ugh puhless deh! nyambungnya kemana coba dengan pusat gempa yang di daerah Takalar..

Besoknya aku segera mencari berita di portal Tribun News Makassar. And the answer is emang semalam itu telah terjadi gempa dengan kekuatan 4,5 SR di Sulsel tepatnya di kabupaten Takalar, akibat adanya pergeseran lempeng apa gitu di Teluk Makassar. Bukan hanya Takalar, tapi getaran gempa juga dirasakan di daerah Gowa dan Makassar, termasuk di kampus aku semalam.

Memang tidak ada korban jiwa maupun kerugian yang besar dialami (setidaknya sampai aku baca berita hari ini). Namun dari peristiwa ini kita bisa mengambil hikmah bahwa musibah itu tidak selalu terduga datangnya, karena itu kita harus selalu banyak mengingat Allah SWT, dzikir dan berdoa. Jangan sampai kita dipanggil mendadak dalam keadaan "terlupa" dalam kesenangan dunia. Amin


See you on my next post,

Ikha Chu~

Wednesday, 9 December 2015

I Voted with Hope


Hari ini tepat tanggal 09 Desember 2015 negara kita sedang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah atau biasa disingkat Pilkada yang dilakukan serentak di seluruh daerah se-Indonesia tadi pagi bersamaan dengan Hari Anti Korupsi. So ngga mengherankan kalau tagar #Pilkada2015 jadi Trending Topic di berbagai medsos hari ini bahkan ada emoji khusus loh di Twitter!

Meskipun sekarang udah masuk penghitungan suara tapi di BBM aku masih rame tuh teman-teman yang masang display status atau dp jari dicelup tinta termasuk aku lol.. ngga bermaksud untuk norak, hanya ingin menunjukkan betapa-senangnya-bisa-ikut-memilih-pemimpin-daerah-sendiri hehe

Pilkada kali ini merupakan pemilihan yang kedua kalinya aku ikuti. yang pertama ketika Pemilu Presiden 2014, saat usia aku udah 17 tahun. Beuh sumpah hari itu aku senang banget akhirnya bisa ikutan memilih dan pastinya dapat celupan tinta ungu dong hehe. Sedikit flashback waktu itu aku ke TPS bareng almarhumah nenek, kira-kira sebulan sebelum beliau dipanggil Ilahi, jadi bisa dibilang Pemilu pertama aku begitu sangat berarti dan memiliki kenangan yang kuat. Kita tidak pernah menyangka kapan seseorang itu akan datang dan pergi dari hidup kita. Hari ini mungkin kita dapat berkumpul, bercanda dan saling bercerita, terlihat sehat seolah semuanya baik-baik saja.. besoknya? tidak ada yang tahu

Balik lagi ke cerita aku hari ini...
Tadi siang aku ke TPS cuma bareng mama, datangnya jam 11 lewat. Haha telat banget padahal TPS-nya dipasang pas di depan rumah loh. Untung belum tutup, kalau ya kan sayang hak pilih aku ngga kepake. Aku tidak ingin jadi golput, meskipun ada teman yang bilang gini "golput juga kan sebuah pilihan" iya memang pilihan, pilihan untuk tidak memilih maksudnya.

Ada lagi tuh yang golput karena alasannya udah GA PERCAYA lagi sama yang namanya wakil rakyat, pejabat maupun pemimpin daerah. Banyaknya kasus korupsi, suap, pencucian uang dll udah cukup jadi bukti betapa susahnya mencari pejabat yang jujur saat ini hingga masyarakat pun tidak lagi menaruh kepercayaan.
Lucunya, saat kampanye banyak rakyat yang malah menerima "recehan" yang diberikan tim pasangan tertentu supaya dipilih. Kalau dalam proses pemilihannya saja sudah bermain kotor, maka saat terpilih yang ada mereka berusaha untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan saat kampanye dulu. Hey bagaimana mungkin anda teriak-teriak berantas korupsi kalau anda malah mendukung pejabat yang bermain uang saat kampanye? Kalau aku alhamdulillah ga ada nerima satupun sogokan untuk memilih. Aku hanya memilih berdasarkan pilihan hati dan melihat kemampuan calon bupati tersebut tentunya.

Tapi buat yang masih suka golput coba deh dipikir-pikir dulu beberapa hal berikut ini. Pertama Pemilu atau Pilkada itu dilaksanakan dengan biaya yang besaaar banget dan itu pakai duit rakyat. Jika anda tidak menggunakan hak pilih sama saja dengan tindakan mubazir. Kedua dengan menggunakan hak pilih berarti anda turut andil dalam menyukseskan praktik demokrasi yang ada di negara ini dan juga mengamalkan sila ke-4 dari Pancasila. Ketiga dengan mengikuti pemilihan artinya kita juga ikut memilih pemimpin untuk daerah kita dan suatu saat jika pemimpin itu berhasil maka kita juga ikut merasa puas dan bangga. Kalau tidak ya kebalikan dari itu :p

Udah ah, nulisnya sampai disini aja sebelum aku makin sotoy dan ngelantur kemana-mana hihi. Pokoknya siapapun yang memenangkan Pilkada baik di daerah kabupaten Gowa dan seluruh daerah di Indonesia, semoga menjadi amanah dan tidak lupa pada janji semasa kampanye.
Kami sebagai rakyat menaruh harapan besar kepada para pemimpin selanjutnya.


I voted with hope, for our better country :)