Friday, 8 May 2015

Tentang Mimpi Semalam


Assalamualaikum, apa kabar kalian?
Semoga selalu dalam kabar baik yah.. Amin.

Aku ingin curhat lagi dalam postingan ku kali ini, tidak papa kan, soalnya blog ini udah aku anggap tempat pembuangan unek-unek.. maaf ya buat kalian yang baca ini. Pagi tadi aku terbangun dalam mood yang kurang baik. Akibatnya hari ini aku jadi galau dan kurang bersemangat. Bahkan tadi aku telat datang ke kantor (padahal hampir tiap hari telatnya *abaikan), mau senyum ke bos tapi yang muncul di wajahku cuma cengiran tanpa ekspresi. Untungnya moodku segera membaik karena mengingat ini adalah hari jum'at (besok udah ketemu wiken lagi), kerjaan di kantor juga ga banyak, dan yang paling bikin seneng tentu saja cek gajiku yang barusan kuterima. Alhamdulillah bisa shopping lagi. Tapi tetap aja aku masih kepikiran sama mimpi semalam. Penyebab rusaknya moodku tadi pagi. Sebenarnya bukan mimpi buruk kok, ga ada hantu-hantuan atau monster yang nguber aku.

Dalam mimpi ku aku berada di sebuah rumah seperti rumah nenek, tapi aku tidak melihat keluargaku, yang ada malah teman-teman SMP ku dulu. Aku tidak ingat persis berapa orang, aku hanya mengingat beberapa yang ku kenal, termasuk kelima teman satu geng ku dulu. Kami berkumpul seperti biasa ketika di sekolah, bercanda, saling curhat dll. Lalu kulihat satu persatu dari mereka mulai sibuk mengurus sesuatu. Temanku satu sibuk menulis di buku seperti sedang mengerjakan PR, lalu dua yang lain bermain bersama orang lain yang aku tidak kenal, lalu ada yang pergi keluar dari rumah itu, dan seorang lagi tak melakukan apa-apa tapi dia berusaha menjauh dariku (saya tdk bisa menyebut nama mereka di blog ini). Kemudian aku sadar bahwa tinggal aku sendiri yang tak berkumpul dengan siapapun di tempat itu. Anehnya aku tak melakukan apapun untuk mencegah kelima temanku itu pergi. Aku hanya diam dan memandang sekeliling, ketika aku mulai merasa kesepian, aku pergi mencari salah satu dari mereka yang keluar dari rumah itu, yang paling dekat denganku dulu disekolah. Saat aku sudah tiba di depan pintu aku pun melihat temanku itu pulang. tapi bersama orang lain. Karena tak ingin mengganggunya aku masuk kembali ke rumah dan menuju ruangan lain. Pikirku mungkin aku bisa bertemu orang lain yang bersedia menemaniku disana. Ketika memasuki suatu ruangan aku dikejutkan oleh suara yang berasal dari luar rumah, suara yang sangat ku kenal, suara motor tua bapak. Bapak memanggil menyuruhku pulang. Dan yang kuingat aku sudah terbangun saat itu. Aku sudah kembali ke kamarku sendiri.

Saat pikiranku sudah mulai sadar dari mimpi, potongan-potongan mimpi itu muncul kembali di kepalaku seperti sebuah bayangan (pernah lihat trailer film? kira-kira seperti itu). Dengan posisi masih berbaring diatas bed aku memikirkan apa maksud dari mimpi tersebut. Ini salah satu kebiasaanku setiap bangun tidur, dan akan memakan waktu yg lebih lama lagi apabila itu mimpi buruk. Detik demi detik aku mencoba mencerna tentang makna mimpi itu. Waktu aku bangun ada semacam perasaan senang karena aku bisa berkumpul bersama teman-temanku. Tapi tidak berlangsung lama karena aku segera mengatakan pada diriku itu hanya mimpi. Dan semenit kemudian semuanya terasa jelas bagiku. Tentang mimpi itu, itu bukan pertanda kejadian yang akan datang, tapi itu adalah memori dari kejadian masa lalu yang tersimpan dalam otak bawah sadarku. Wajah-wajah mereka, waktu kami bercanda, pertengkaran kami, itulah makna mimpi yang semalam aku alami.

Jika aku mengartikan mimpi tersebut dengan kenyataan yang sekarang aku alami, semuanya saling berkaitan. Kami berkumpul disekolah lalu kulihat satu persatu menjauh dariku. Kenyataannya kami memang berpisah, karena kami sudah lulus SMP dan masing-masing sekolah di tempat yang berbeda. Lalu satu persatu dari mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing hingga mungkin tak sempat untuk menanyakan kabar kepadaku. Aku sudah pernah mencoba untuk mencari duluan, tapi aku hanya menerima sedikit perhatian mereka. Jangan paksa aku untuk mencoba lagi, karena aku tak mau. Iya, egoku memang masih besar. Tapi aku tak mau dianggap sebagai orang kesepian atau kurang kerjaan atau parahnya, seorang annoyer. Aku lebih memilih membiarkan mereka asyik dengan dunia mereka sendiri, lalu dengan pedenya berusaha untuk mencari pengganti mereka. Tapi kenyataannya aku tak mendapatkan siapa pun, jangankan seorang sahabat, aku bahkan tak bisa menjalin pertemanan dengan orang lain tanpa merubah diriku sendiri. Aku takut saat bersama orang lain aku tidak menjadi diriku sendiri. Pertanyaannya adalah adakah orang di luar sana yang bisa menerima segala kekuranganku seperti mereka berlima lakukan? adakah mereka memiliki pemikiran yang sama denganku? adakah?

Kemudian cara mereka menjauh dalam mimpiku juga persis dengan yang aku ingat dalam kenyataan. Satu orang sibuk belajar dan mengejar cita-citanya hingga tak memiliki waktu untuk membalas pesan, chat, bahkan mention dariku. Dua orang yang lain sudah mendapat sahabat barunya, satu orang yang paling dekat denganku juga demikian, sudah menemukan perempuan lain yang lebih menarik untuk dijadikan teman. Dan yang satunya lagi.. aku masih tidak tahu alasan dia menjauhi ku. Kami pernah mengalami konflik, tapi bukan aku penyebabnya, bahkan meskipun bukan aku yang salah, aku yang memulai minta maaf padanya. Kami berbaikan, lalu selanjutnya tidak jelas. Dia seperti tidak mengenaliku lagi. bahkan aku di unfriend, di unfollow, di Ignore di Path, aku sungguh bingung dengan apa yang terjadi padanya. Menurutku temanku yang lain masih mending karena beberapa kali sempat kontak denganku, tapi dengan dia aku tidak habis pikir. Masihkah dia menganggapku teman? Atau setidaknya menganggapku masih ada?

Apa yang terjadi diakhir mimpiku juga jelas, ketika aku mencoba mencari-cari di suatu ruangan aku mendengar panggilan bapak. Aku ingat di masa lalu ketika aku sudah masuk SMK dan aku mengikuti berbagai ekskul di sekolah. Alasanku mengikuti ekskul-ekskul tersebut sederhana, aku hanya ingin mendapat pengalaman baru, berkenalan dengan teman baru, dan tentunya terkenal. Dalam mimpi itu bapak lalu muncul dan menyuruhku pulang. Sebenarnya bapak tidak pernah datang ke sekolah untuk menyuruhku pulang atau semacamnya tapi mungkin itu hanya simbol bahwa beliau pernah melarangku ikut kegiatan diluar selain sekolah dan terkadang aku merasa beliau jadi penghalang bagi perkembangan ku untuk maju. Kalau mengingatnya aku jadi merasa bersalah, betapa tidak tahu dirinya aku, tentu saja beliau melakukannya demi kebaikanku sendiri, aku bersyukur setidaknya aku tidak berakhir seperti beberapa remaja disekitar ku yang putus sekolah, hamil duluan, menikah muda, bahkan mengonsumsi obat-obatan.

Sebelum bermimpi seperti diatas aku beberapa kali memikirkan masalah hubungan kami baik cuma selintas maupun secara mendalam, dan sering kali membuatku cemas. Mungkin hal itu yang membuat cerita ini muncul dalam mimpiku. Jadi aku sudah tidak kaget lagi saat menafsirkannya. Alasan lainnya kupikir aku hanya sedang merindukan mereka sebab belakangan lagi heboh si Yesung datang ke Indonesia. Biasanya kami akan saling heboh juga setiap kali Suju akan datang ke Indonesia (meskipun kami tahu kami tidak akan pernah bisa datang ke Super Shownya). Atau mungkin saja aku memang lagi melankolis menjelang  dapet, ya mungkin aja...


Lalu apa pentingnya aku nulis ini semua di blog? Hmm entahlah, sekedar pengingat saja di masa yang akan datang. Barangkali suatu hari aku lagi kuker trus mikir daripada bengong mending baca-baca post lama dan aku akan mengingat betapa alaynya diriku yang dulu.

Yah mungkin saja.

Ups, ternyata udah pukul empat tiga puluh, setengah jam lagi weekend yeee #tgif
See u on my next post..




Monday, 4 May 2015

Get Rich Fever



Belakangan ini aku lagi seneng sama game keluaran dari LINE yaitu Let's Get Rich. I'm sure you guys already know this game. Yup this is monopoli online version haha..
Walaupun aku agak telat (banget) mainin ini game, tapi aku tetap pengen ngepost soal ini supaya kalian yang belum merasakan virusnya jadi ikut terkena get rich fever addicted haha *evil laugh
Sebenarnya aku udah tahu get rich udah lama dari sebelum iklannya (yang ada BCL ama hubbynya) muncul di tv. Aku juga sering liat temen-temen update status di fb/bbm tentang get rich macam "get rich ah" "yah gue kalah lagi" sambil di bikin dp screenshotnya. Bahkan nih ada yang broadcast aku tentang perekrutan anggota komunitas get rich clan apalah aku udah lupaaa..

Ceritanya dimulai ketika dua bulan yang lalu si Rio abis beli hape baru trus dia jadi keranjingan main get rich dan COC sampai dia sering lupa sama aku *hiks. Waktu aku protes ke dia, dianya malah bilang "makanya install get rich dong biar kita bisa main bareng". Aku cuma bisa ngomel doang, "males ah main gituan. aku heran deh sama orang-orang yang ketagihan main get rich.. letak keseruannya dimana coba. udah makan banyak ram hape, koneksi data musti aktif lagi kalo main, bikin batterai hape cepet abis aja, mending main onet sama mahjong, ga ribet ga susah dan ga bikin hape cepet panas". si Rio cuman bisa ketawa dengar ocehanku. "Haha udah ga usah ngomel pokoknya instal aja, kamu pasti bakal ketagihan main ini". Antara percaya tidak percaya dengan omongannya, besoknya aku beli tambahan kuota internet biar bisa instal line sama get rich. Awalnya aku bingung banget cara mainnya, tampilannya terlalu rame mana pake kartu-kartuan segala lagi, akhirnya aku tinggalin aja, biarin si Rio main sendiri it's okay for me. Masalahnya aku binguung cara mainnya, sumpah deh. Seminggu kemudian Rio masih ngebujuk aku buat coba main lagi. yaudah akhrinya aku minta diajarin sama dia, tapi berhubung kita lagi LDR ya ngajarinnya lewat sms juga haha..


Kalau tidak salah ingat karakter pertama yang aku pake Diana, cuma kartu C tapi tetap aku pilih soalnya dia cantik dan rambutnya pendek kayak aku (dasar cewek). Waktu pertama main aku langsung menang, ga tau kenapa mungkin lawan aku memang yg payah wkwk. Aku coba lagi game yg kedua, menang lagi. Ketiga aku kalah, tapi aku tetap mencoba sampai menang lagi. Dan bisa ditebak apa yang kemudian terjadi..

Iya.. aku mengaku sudah ikut ketagihan juga main get rich haha.. padahal awal ikut main cuma karena penasaran doang.

Sekarang game ini lumayan sering aku mainin kalau lagi kosong (meskipun pada saat jam kerja suka nyolong waktu buat main,lol). Dan ini adalah record yang luar biasa mengingat aku bukan seorang maniak gamer.

yah kena pajak
Rio baper hehe
makanya jangan baper, kalah kan :p

Oh iya, nanti aku akan ngeshare cara instal getrich di laptop atau pc. Jadi buat kamu yang males main di hape karena boros daya atau suka main dengan layar yang lebih gede, bisa kok main di pc aja hehe..

Sudah dulu yaa aku mau main getrich dulu :)


SEE YOU BABAY!